Statistik
Content View Hits : 2603960

2015 Pegawai Swasta Dapat Pensiun

Direktur Utama PT Jamsostek (Persero) Elvyn Masassya mengatakan, mulai 1 Juli 2015, program jaminan pensiun tidak hanya dinikmati pegawai negeri sipil, serta TNI/Polri, tapi juga oleh para pekerja perusahaan swasta serta tenaga kerja informal.

Elvyn menerangkan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Jamsostek akan bertransformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan paling lambat 1 Juli 2015.

BPJS Ketenagakerjaan ini kelak menyelenggarakan program jaminan kecelakaan kerja, jaminan kecelakaan, jaminan hari tua, dan jaminan pensiun.

Sebelum berubah bentuk jadi BPJS Ketenagakerjaan, Jamsostek menyelenggarakan jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua, dan jaminan pemeliharaan kesehatan. Program jaminan hari tua kelak dialihkan ke BPJS Kesehatan yang merupakan transformasi dari PT Askes (Persero).

“PT Jamsostek (Persero) sudah mengkaji secara komprehensif dan studi banding terkait penyelenggaraan program jaminan pensiun, khususnya untuk pekerja swasta dan mandiri/informal. Kajian itu termasuk skema jaminan pensiun yang sudah disesuaikan untuk bisa dilaksanakan di Indonesia,” ujar Elvyn, dibincangi wartawan saat menghadiri Rakernas Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia, di Hotel Arya Duta Palembang, Kamis (22/11).

Jamsostek, lanjut Elvyn, sedang menyiapkan skema dan prosedur program jaminan pensiun yang mencakup besaran iuran, jangkauan kepesertaan dan pelayanan, manfaat, serta waktu pembayaran (tenor). Berdasarkan perhitungan Jamsostek, besaran iuran jaminan pensiun setiap bulannya minimal 9 persen dari total gaji/upah pekerja per bulan.

“Jamsostek sudah memberikan masukan ke pemerintah terkait skema program jaminan pensiun. Secara umum, kami siap menyelenggarakan program jaminan pensiun,” kata Elvyn.

Selain itu, lanjut Elvyn, untuk menuju tranformasi menjadi BPJS Ketenagakerjaan, pihaknya juga sudah menyiapkan pembangun 497 outlet layanan di seluruh Indonesia.

“Sekarang baru ada 127 outlet. Ke depan akan kita tambah 370 outlet lagi. Kami juga akan membuat 800 kanal service, di mana nanti semua peserta bisa mengakses layanan langsung melalui website,” jelasnya.

Nanti juga, lanjutnya, untuk menjadi peserta Jamsostek bisa dilakukan secara per seorangan. Sehingga, diharapkan akan makin banyak tenaga kerja yang tercover Jamsostek.

“Sekarang ini kan masih kolektif di perusahaan, tapi sekarang ini masih dalam pembahasan. Mudah-mudahan, tidak lama lagi akan terlaksana,” kata Elvyn pula.

Sementara itu, hingga Oktober 2012, PT Jamsostek membukukan aset hingga Rp 130 triliun. Angka ini sudah melampaui target aset 2012 yang hanya Rp 125,7 triliun. Tahun depan Elvyn menargetkan Rp 132 triliun.

Untuk hasil investasi, PT Jamsostek membukukan Rp 11,4 triliun, ditargetkan hingga akhir tahun bisa mencapai Rp 12,2 triliun.

“Saat ini jumlah peserta Jamsostek ada 11,3 juta yang aktif, artinya yang rajin membayar iuran dan 17,1 peserta yang non aktif,” ujar Elvyn. (sigit)

 
Pencarian
Link












Pesan Singkat